Topics

Ekonomi (9) Hiburan (1) Info (5) Joke (1) Kesehatan (4) Knowledge (18) Kriminal (2) Kuliner (1) Pariwisata (36) Pendidikan (1) Politik (2) Property (1) Sejarah (12) Teknologi (17) Tokoh (3)

Thursday, October 18, 2012

KA Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi 2014

Kereta api Bandara Internasional Soekarno-Hatta direncanakan akan selesai dibangun pada 2013 dan akan mulai dioperasikan pada 2014 untuk menambah aksesibilitas para pengguna jasa penerbangan menuju dan ke bandara tersebut.
  
"Kami mengharapkan jalur Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta akan selesai pada 2013 sehingga pada 2014 bisa beroperasi," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan, ketika ditemui dalam acara sarasehan "Prospek KA Bandara" di Jakarta, Selasa (17/7/2012).
  
Menurut Tundjung, dengan demikian, pada 2014 para pengguna jasa transportasi udara akan memiliki alternatif selain menggunakan kendaraan pribadi atau umum, yaitu dengan menggunakan kereta api bandara tersebut.
  
Apalagi, ujar dia, transportasi kereta api juga merupakan moda transportasi dengan multikeunggulan, antara lain kapasitas angkut besar (massal), cepat, hemat lahan dan energi, serta ramah lingkungan.
  
Tundjung memaparkan, dalam rangka pengembangan KA Bandara Soekarno-Hatta, pihaknya telah mengembangkan jalur KA Bandara menjadi dua jalur, yaitu jalur Express Line di sebelah utara dan jalur Commuter Line di sebelah selatan.
  
Jalur Express Line akan beroperasi dari Manggarai-Tanah Abang-Duri-Angke-Pluit dan sejajar dengan jalan tol bandara menuju Soekarno-Hatta. Sementara jalur Commuter Line adalah melalui Manggarai-Tanah Abang-Duri-Grogol-Bojong Indah-Kalideres-Tanah Tinggi dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
  
Ia juga menuturkan, untuk rencana Express Line telah dilaksanakan penandatanganan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur yang akan menentukan konsultan untuk mengkaji seluruh dokumen, termasuk visibilitas, rancangan dasar, dan amdal.
  
Sedangkan untuk Commuter Line yang akan melalui daerah Tangerang, Banten, akan dilakukan proses pembangunannya oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
  
"Dirjen Perkeretapian dalam mendukung jalur Commuter Line, saat ini sedang melaksanakan pembangunan jalur ganda lintas Duri-Tangerang sepanjang 19,31 kilometer," kata Tundjung.
  
Pembicara lainnya, Direktur Personalia dan Umum PT Angkasa Pura II Endang Sumiarsa, mengatakan, pembangunan KA Bandara Soekarno-Hatta merupakan hal yang sangat prospektif.
  
Menurut Endang, hal itu karena jumlah penumpang Bandara Soekarno-Hatta telah melonjak dari 37,14 juta per tahun pada 2009 menjadi 44,35 juta per tahun pada 2010, padahal kapasitasnya hanya sebesar 22 juta orang per tahun.
  
Karenanya, ujar dia, keberhasilan pembangunan KA Bandara Soekarno-Hatta juga harus didukung oleh empat hal, yaitu aksesibilitas, sosialisasi manfaat dari pemerintah daerah ke masyarakat setempat, peran BUMN/BUMD, serta dukungan pemerintah pusat melalui RAPBN.
  
Untuk merealisasikan pembangunan KA Bandara, PT KAI bersama-sama dengan PT Angkasa Pura II telah membuat perusahaan patungan (joint venture) yang dinamakan PT KAI Railink dengan jumlah saham yaitu PT KAI sebesar 60 persen dan PT AP II sebesar 40 persen.


Sumber : ANT

Tahun Depan, Kereta Api ke Bandara Soetta cuma Sejam dari Sudirman

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan optimistis pembangunan kereta api bandara bisa selesai pada tahun depan. Untuk menuju bandara dengan melakukan kereta api dari stasiun Sudirman hanya butuh waktu sejam.
"Tapi ini bukan kereta ekspres. Ini cuma kereta ekonomi deluxe yang berhenti di setiap stasiun. Jarak tempuhnya sekitar 60 menit," kata Dahlan selepas melakukan Rapat Pimpinan di kantor Telkom Gatot Subroto Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Dahlan menganggap, pembangunan kereta ekonomi ini lebih cepat dibanding pembangunan kereta ekspres. Di sisi lain, pembangunan kereta ekspres memerlukan dana yang besar.
Rencananya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memang akan membuat kereta api bandara dengan dua rute. Pertama, kereta biasa dengan Stasiun Manggarai-Sudirman-Tanah Abang-Duri-Grogol-Bojong Indah-Kalideres-Tanah Tinggi-Bandara Soekarno Hatta.
Sementara rute kedua yang rencananya akan memakai kereta ekspres akan melaju dari Manggarai-Sudirman-Tanah Abang-Duri-Angke-Pluit-Bandara Soekarno-Hatta. Namun ini akan melalui jalur model layang. "Tapi kalau soal pembebasan tanah, saya tidak mau ngomong," katanya.


Sumber : Kompas.com

Ini Dia 5 Grand Design Bandara Soekarno Hatta

PT Angkasa Pura II (Persero) secara resmi akan memulai program pengembangan Bandara Soekarno Hatta menjadi sebuah kawasan Aerotropolis. Ada lima agenda besar yang akan menjadi fokus Angkasa Pura II dalam melakukan tahapan pengembangan.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko menjelaskan pengembangan Bandara Soekarno Hatta merupakan jawaban dari isu keterbatasan kapasitas penumpang yang terjadi. Hingga akhir 2011, Bandara Soekarno Hatta mampu melayani 51,5 juta penumpang pada 2011. "Kami menargetkan kapasitas Bandara Soekarno Hatta bisa mencapai 62 juta penumpang per tahun. Proyek pengembangan bandara ini ditargetkan terealisasi pada akhir 2014," kata Tri saat pembukaan peletakan batu pertama (ground breaking) pengembangan Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Banten, Kamis (2/8/2012).
Melalui ground breaking tersebut, PT Angkasa Pura akan menjadikan Bandara Soekarno Hatta menjadi bandara internasional berkelas dunia. Dengan jumlah kapasitas penumpang saat ini, Bandara Soekarno Hatta menjadi bandara dengan peringkat ke-12 dalam daftar bandara tersibuk di dunia versi Airport Council International (ACI).
Selain itu, pengembangan ini akan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional sesuai Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Ada lima agenda besar yang akan menjadi fokus PT Angkasa Pura II dalam melakukan tahapan pengembangan Bandara Soekarno Hatta ini, yaitu:
1. Optimalisasi runway untuk meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat pada landasan pacu 1 dan 2.
2. Melakukan pengembangan Terminal 3 serta merevitalisasi Terminal 1 dan 2 untuk menambah kapasitas pergerakan penumpang.
3. Melakukan pembangunan terminal kargo baru (cargo village).
4. Melakukan pengembangan fasilitas penunjang (aksesibilitas dan fasilitas lain seperti area bisnis dan komersial).
5. Membangun integrated building yaitu bangunan penghubung antara Terminal 1 dan Terminal 2 yang multifungsi dan berkonsep one stop service. Integrated building ini tidak sekadar menjadi bangunan penghubung, tetapi merupakan bangunan yang sarat dengan berbagai fasilitas layanan untuk pengguna jasa. Di antaranya pembangunan stasiun kereta api, moda transportasi antar terminal tak berawak (people mover system), terminal bus, mal, hotel, area parkir dan sebagainya.
Terkait optimalisasi landasan pacu, Tri menjelaskan upaya yang dilakukan adalah melakukan rekonfigurasi runway 1 dan 2 dengan penambahan sejumlah taxiway serta memperluas kapasitas area parkir pesawat (apron) dari 125 pesawat menjadi 174 pesawat. Selain itu, ada program redistribusi slot time maskapai agar tidak menumpuk pada jam-jam tertentu, dibarengi dengan penambahan jam operasi hingga tengah malam pada sejumlah bandara tujuan.
"Saat ini pergerakan pesawat di bandara Soekarno Hatta mencapai 52 pergerakan per jam. Dengan optimalisasi kedua runway, kapasitas pergerakan akan ditingkatkan menjadi 62 pergerakan per jam," tambahnya.
Target setelah 2014 Setelah kapasitas penumpang tercapai sebesar 62 juta penumpang per tahun pada 2014, PT Angkasa Pura juga akan merencanakan pembangunan landasan pacu ketiga dan keempat yang dialokasikan di sisi utara bandara.
"Awalnya runway 3 dan 4 ini adalah opsi. Tapi melihat tren yang ada, pembangunan runway tersebut adalah keharusan," tambahnya.
Dengan tambahan runway tersebut, kapasitas bandara Soekarno Hatta bisa mencapai 87 juta penumpang per tahun dan 234 pergerakan pesawat per jam.
Selain itu juga melakukan pembebasan lahan secara bertahap sesuai kebutuhan hingga mencapai 830 ha. Pengembangan Terminal 3 Terkait pengembangan Terminal 3, PT Angkasa Pura II akan meningkatkan kapasitas dari 4 juta penumpang per tahun menjadi 25 juta penumpang per tahun.
Rencana tersebut akan disusul dengan revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2. Terminal 1 saat ini berkapasitas sembilan juta penumpang per tahun. Nantinya akan dikembangkan hingga 18 juta penumpang per tahun. Sedangkan kapasitas Terminal 2 akan dikembangkan dari 9 juta penumpang menjadi 19 juta penumpang per tahun.
"Pengembangan Terminal 3 harus dilakukan lebih dulu agar operasional penerbangan yang ada sekarang tidak terganggu," tambahnya. Karena nantinya sebelum Terminal 1 dan Terminal 2 dikembangkan, seluruh kegiatan operasional akan dialihkan ke Terminal 3.



Sumber : Kompas.com