Topics

Ekonomi (9) Hiburan (1) Info (5) Joke (1) Kesehatan (4) Knowledge (18) Kriminal (2) Kuliner (1) Pariwisata (36) Pendidikan (1) Politik (2) Property (1) Sejarah (12) Teknologi (17) Tokoh (3)

Wednesday, March 25, 2009

Mengintip Cenderawasih Menari di Sawinggrai

SIAPA tidak mengenal Raja Ampat, kepulauan di wilayah Papua Barat yang terkenal dengan keindahan karang dan keanekaragaman jenis ikan. Karena keindahannya inilah, hampir dapat dipastikan setiap wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat tidak pernah melewatkan kesempatan menikmati keindahan alam bawah lautnya. Tak heran, banyak orang menyebut Raja Ampat sebagai surga bagi pecinta selam.

Nyatanya, Raja Ampat tak hanya menggudangkan keindahan yang hanya bisa dinikmati dari kedalaman laut. Keindahan di atas permukaan laut Raja Ampat wajib dicicipi. Tak Percaya? Jika Anda menyambangi Raja Ampat, sempatkan untuk bertandang ke Kampung Sawinggrai, Distrik Meos Mansar, Raja Ampat, Papua Barat. Di kampung ini Anda mendapat kesempatan menyaksikan kelincahan burung cenderawasih, burung yang menjadi maskot Papua, di habitat aslinya.

Syahdan, pemantauan cenderawasih di Kampung Sawinggrai muncul berkat ketekunan Yesaya Mayor yang gemar memetakan kebiasaan burung ini. Selama lebih dari enam bulan, ia memetakan lokasi burung cenderawasih biasa menari, lokasi mencari makan serta jenis makanannya, dan musim burung ini bertelur. Sungguh, ia begitu uletnya menjadi pemandu pemantauan burung cenderawasih.

Menurut Yesaya, ada empat jenis cenderawasih di Sawinggrai, yaitu cenderawasih merah (Paradisaea rubra), cenderawasih belah rotan (Cicinnurus magnificus), cenderawasih kecil (Paradisaea minor), dan cenderawasih besar (Paradisaea apoda). Dari keempat jenis ini, cenderawasih merah merupakan maskot cenderawasih di kampung ini.

Tarian burung cenderawasih adalah momen yang sangat menarik untuk dilihat. Pasalnya, atraksi menari ini merupakan ritual kawin burung cenderawasih. Para pejantan akan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokan bulunya untuk menarik perhatian burung betina agar bisa mengawininya.

Catat waktunya! Atraksi cenderawasih di Sawinggrai jamak dilakukan pada pagi hari mulai pukul 06.30-7.30 WIT dan pada sore hari, pukul 16.30-18.00 WIT.

Untuk menikmati atraksi cenderawasih menari, Anda harus rela berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit untuk mendaki Bukit Manjai di Sawinggrai. Sebuah gubuk kayu beratapkan ilalang telah disiapkan oleh Yesaya Mayor di lokasi pemantauan. Dari sini Anda bisa bertelanjang mata untuk melihat burung cenderawasih menari di atas sebuah pohon besar dengan indahnya. Burung ini akan menari lebih enerjik jika terdapat burung cenderawasih betina di sekitarnya.

Hanya saja, jika Anda menyambangi Sawinggrai di waktu yang tidak tepat, Anda harus meminggirkan keinginan melihat atraksi burung cenderawasih menari. Pada bulan Desember hingga pertengahan Februari, burung indah di Sawinggrai ini mengerem keriangannya menari karena bulan-bulan tersebut adalah musim bagi mereka untuk bertelur.

Selain melihat atraksi burung cenderawasih, Kampung Sawinggrai juga bakalan mengguyuri Anda dengan buncah kegembiraan lain lantaran Anda bisa bermain dengan ikan-ikan liar di sekitar dermaga. Caranya? Tentu saja, dengan memberi mereka makanan. Ikan-ikan liar ini tidak segan-segan datang berebut makanan di tangan Anda saat Anda mencelupkan tangan ke dalam air.

Inilah potret Sawinggrai yang memiliki beragam potensi keunikan yang terus dilestarikan. Selain tidak memburu cenderawasih mereka juga menerapkan sistem Sasi Laut di perairan sekitar kampung meski hidup sebagai nelayan. Sasi laut adalah larangan untuk menangkap jenis fauna laut tertentu di sebuah kawasan dalam jangka waktu tertentu yang disepakati oleh masyarakatnya. Karenanya, jangan heran bila Anda bisa jor-joran memanjakan indera lihat Anda dengan berbagai jenis ikan dan karang. Apalagi jika Anda memiliki hobi snorkling, rasanya sayang sekali untuk melewatkan pesona Sawinggrai.

Nah, Anda berniat untuk menyambangi Kampung Sawinggrai? Anda bisa menggunakan kapal dari Sorong menuju ibu kota Kabupaten Raja Ampat, yaitu Waisai. Ada dua pilihan, pertama menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam, atau menggunakan kapal perintis milik pemerintah daerah dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Setelah itu perjalanan dengan menggunakan longboat menuju Sawinggrai ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

Tunggu apa lagi??

Menelusuri Eksotika Sauwandarek

EKSOTIS, mungkin itu kata yang tepat menggambarkan pesona Kampung Wisata Sauwandarek. Terletak di Distrik Meos Mansar, Raja Ampat, Papua Barat, kampung ini tak hanya menawarkan pesona bawah laut. Namun, kemolekannya semakin lengkap dengan keindahan alam di atas lautnya.

Tiba di pantai Sauwandarek, aktivitas snorkeling rasanya sayang untuk di lewatkan. Jika tak puas bersnorkeling, Sauwandrek yang berada di kawasan Selat Dampier memiliki beberapa lokasi menyelam (dive site). Berbagai jenis ikan seperti kuda laut mini (pigmy seahorse), udang mantis, blue ring octopus, ikan mandarin, kakap (schooling snapper), dan ekor kuning bisa kita jumpai. Kadang penyelam juga bisa menikmati berada dekat dengan gerombolan ikan tuna dan barakuda.

Puas dengan keindahan bawah laut, anda bisa melanjutkan perjalanan di kampung wisata. Masyarakat Sauwandarek tahu betul menjaga keunikan kampung mereka. Di sini, rumah-rumah penduduk sengaja dibiarkan dengan bentuk dan material yang masih alami.

Di kampung wisata ini, anda akan menjumpai kaum wanita khususnya ibu-ibu membuat kerajinan anyaman daun pandan. Barang yang biasa dibuat adalah noken dan topi. Kerajinan ini bisa anda beli untuk suvenir. Harga noken dan topi di Sauwadarek relatif murah, anda bisa membawa pulang berbagai kerajinan anyaman dengan harga berkisar Rp.25.000-Rp.50.000 per buah tergantung jenis dan ukurannya.

Keunikan lain di Kampung Sauwandarek adalah atraksi memberi makan ikan di pantai. Puluhan ikan liar dengan sekejap akan berkerumun saat kita menebarkan makanan di pantai. Cukup dengan menebus makanan ikan seharga Rp.50.000, rasanya sayang jika kesempatan langka ini anda lewatkan.

Bagi pecinta treking, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju sebuah telaga. Oleh masyarakat setempat telaga ini disebut Telaga Yenauwyau. Uniknya telaga di sini berair asin. Menurut Kepala Desa Sauwandarek, Korinus Urbata, dahulu di telaga ini terdapat sebuah goa yang menghubungkan telaga dengan laut. Sebelum goa itu tertutup, tak jarang ikan lumba-lumba dari laut masuk ke telaga. Tapi sayang, pemandangan itu sekarang sudah hilang.

Bagi masyarakat Sauwandarek, telaga ini dipercaya sebagai tempat keramat yang dihuni oleh seekor penyu putih. Tidak sembarang orang bisa melihat wujud penyu tersebut. Namun jika kebetulan menjumpai penyu ini, masyarakat percaya orang tersebut akan mendapatkan keberuntungan.

Telaga ini menjanjikan panorama alami. Di tepi telaga terdapat semacam dermaga yang berfungsi untuk menikmati panorama telaga sekaligus tempat melepas lelah setelah berjalan kaki sekitar 25 menit mencapai lokasi telaga. Selain itu, anda juga bisa menyaksikan burung Maleo Waigeo (Spilocuscus papuensis), burung endemik di wilayah Sauwadarek.

Untuk mencapai Sauwandarek, anda bisa menggunakan kapal reguler dari Sorong menuju Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, Waisai. Perjalanan ini akan ditempuh dalam waktu 2-4 jam. Tarif kapal reguler ini tergolong murah, berkisar Rp.100.000 hingga Rp.125.000 perorang, sekali jalan. Dari Waisai perjalanan lalu dilanjutkan menuju Sauwandarek dengan menggunakan long boat selama 4 jam. Biaya sewa long boat berkisar Rp.300.000, sekali jalan.

Tetapi jika ingin cepat, anda bisa juga menyewa speed boat dari Sorong. Dengan biaya sewa sekitar Rp 5 juta perhari, perjalanan Sorong-Sauwandarek hanya akan ditempuh dalam waktu 3 jam perjalanan.

Sepanjang perjalanan menuju Sauwandarek, tak jarang anda akan dimanjakan oleh keindahan karang, ikan, dan biota laut lainnya. Laut yang masih alami membuat ekosistem di wilayah Raja Ampat ini bisa dinikmati dengan mata telanjang.

Mangrove Terpanjang di Asia Rusak


Alih fungsi hutan lindung Air Telang di Kawasan Tanjung Api-api, Sumatera Selatan, menjadi kawasan hutan tanaman industri pada April 2007 telah merusak kawasan mangrove atau bakau terpanjang di Asia tersebut. Sebelumnya, kawasan itu merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Sembilang yang ditetapkan Menteri Kehutanan, Nomor 95/2003.

Staf Wahana Bumi Hijau (WBH) Sumatera Selatan, Aidil Fitri, di sela "Dialog Publik Menimbang Demokrasi Lokal” di Palembang, Sabtu (27/12), mengatakan, hutan mangrove di Air Telang dan kawasan Tanjung Api-api termasuk lahan basah dan perlu dilindungi.

Apalagi Indonesia masuk salah satu dari 116 negara yang meratifikasi konvensi perlindungan lahan basah tersebut. Luasan lahan 1.200 hektar diajukan untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-api, di dalamnya termasuk kawasan Air Telang, dengan panjang mangrove 35 km. Mangrove itu memiliki kualitas terbaik dan terpanjang di Asia.

Terdapat pula 213 spesies burung, di antaranya puluhan spesies endemis, misalnya jenis burung pecuk ular asia, Anhinga melanogaster, burung pelican berkoloni, Pelecanus philippinensis yang terdapat di region Indo Malaya, bangau storm, Ciconia stormi, dan rangkong, Buceros vigil.

”Total burung air pantai yang memanfaatkan dataran lumpur di kawasan itu sekitar satu juta ekor. Dari jumlah tersebut, 80.000 ekor di antaranya dapat dijumpai di Delta Banyuasin. Di sana terdapat pula 2.600 gajah timur dan beberapa ribu spesies burung laut,” kata Aidil.

Di pesisir Banyuasin, termasuk Pelabuhan Tanjung Api-api, terdapat juga dua jenis lumba-lumba, yakni lumba-lumba bongkok (Sousa chinensis) dan pesut (Orcaella brevirostris). Convention International of Trade of Endangered Species (CITES) memasukkan lumba-lumba bongkok dalam CITES Apendix I dan pesut dalam Appendix II.

Alih fungsi

Izin usaha alih fungsi hutan Air Telang seluas 600 hektar menjadi hutan tanaman industri (HTI) dilakukan April 2007 meskipun gubernur dan menteri kehutanan tahu bahwa kawasan itu adalah bagian dari Taman Nasional Sembilang.

Kawasan hutan disebutkan di atas masuk dalam Taman Nasional Sembilang, sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 95/2003. Luas Taman Nasional Sembilang 202.000 hektar.

Direktur WBH Sumsel Dedy menambahkan, hutan rawa gambut Merang Kepayang dengan lapisan gambut sampai 7 meter seluas 210.000 hektar, 13.000 di antaranya dialihfungsikan sebagai kawasan lindung bagi habitat langka buaya senyulong. Sesuai Kepres Nomor 32/1990, gambut dengan ketebalan lebih dari 3 meter harus dilindungi.

Pemerintah juga memberikan izin usaha hutan tanaman industri kepada PT Rimba Hutani Mas (Grup Sinar Mas) untuk mengelola lahan gambut seluas 30.000 ha. Selain itu, aksi pembalakan liar meluas, setidaknya lima unit penggergajian kayu di Desa Merang dan Desa Kepayang masih beroperasi.

Ngarai Sianok yang Terhidang "Lezat"

Hidangan di jagat raya, kunyahlah dengan perasaan ingin tahu. Karena di baliknya terhampar perasaan yang tidak akan kau temui di meja belajar….. (The Journey, Gola Gong, 2008)

Sebuah pengantar yang disampaikan Gola Gong dalam bukunya The Journey yang diterbitkan tahun lalu terngiang ketika menatap keindahan Ngarai Sianok di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Bagaimana mungkin ya Allah? Bagaimana mungkin bisa seindah ini?

Ngarai Sianok adalah dua dinding bukit yang berdiri berhadapan hampir tegak lurus. Tingginya sekitar 100-120 meter dan panjang sekitar 15 km. Dindingnya membentuk semacam jurang dimana terdapat sawah yang membentang luas dan kelokan sungai di dasarnya. Di bagian atas ngarai ditumbuhi pepohonan dan rerumputan.

Ngarai ini membagi lokasi menjadi dua bagian, kawasan Bukit Tinggi dan Gunung Singgalang. Jika dinikmati dari Taman Panorama yang sengaja dibangun oleh pemerintah daerah di bagian kawasan Bukit Tinggi, keindahan Ngarai Sianok tampak mencengangkan. Cadas yang sangat tangguh, tidak kunjung berubah meski panas dan hujan silih berganti.

Memang di sinilah letak keistimewaan Ngarai Sianok. Apalagi pada saat matahari terbit dan hampir tenggelam. Berbagai wisatawan mancanegara bahkan mengaku tak merasa lengkap jika tidak mengunjungi Ngarai Sianok dalam jadwal perjalanan wisata mereka ke Indonesia. Selain dari Taman Panorama, keindahan Ngarai Sianok juga dapat dinikmati dengan turun langsung ke dasar jurangnya yang merupakan area pemukiman dan persawahan penduduk.

Jika ingin menikmati keindahan ngarai dari Taman Panorama, pengunjung cukup membayar retribusi sebesar Rp 3.000 per orang. Di Taman Panorama, pengunjung juga dapat menikmati lokasi wisata Lobang Jepang yang berlokasi di bawah tanah kawasan Ngarai Sianok. Hanya saja perlu membayar biaya pemandu lagi sekitar Rp 20.000.

Lokasi Taman Panorama Ngarai Sianok sendiri terletak di dalam kota Bukit Tinggi. Jaraknya kurang dari 1 km dari pusat kota Bukit Tinggi, yaitu kawasan Jam Gadang dan Pasar Atas. Pengunjung dapat menjangkaunya baik dengan kendaraan pribadi maupun dengan berjalan kaki sambil menikmati sejuknya udara Bukit Tinggi. Di dalam kawasan Taman Panorama, disediakan pondok-pondok bagi pengunjung untuk bersantai dan menikmati pemandangan ngarai sambil sesekali melihat kelincahan monyet-monyet ngarai yang hidup bebas di kawasan taman. Jika memiliki makanan, berbagilah sedikit kepada mereka. Tapi namanya binatang, pasti mereka akan menunggu untuk diberi makanan lagi.

Di dalam kawasan taman juga terdapat sebuah panggung teater mini yang sesekali digunakan untuk pertunjukan budaya pada waktu-waktu tertentu. Jika berdiri di atas panggung batu tersebut, luas sapu mata menjadi lebih lebar dan keindahan tebing yang berderet makin membuat berdecak kagum.

Keindahan ini yang memang pantang dilewatkan oleh banyak fotografer dan pelukis lokal maupun mancanegara untuk diabadikan. Begitu pula yang dipahami oleh masyarakat sekitar ngarai. Mereka menjual berbagai cendera mata yang menolong para pengunjung untuk terus mengenang keindahan ngarai dan bersyukur atasnya jika sudah pulang ke daerah asalnya.

Di sebelah utara taman, terdapat kios-kios cendera mata yang menawarkan kaus, tas, rajutan, kerajinan tangan rotan hingga lukisan yang merekam kedahsyatan Ngarai Sianok. Kaus dan baju dengan motif khusus dijual dengan kisaran harga Rp 30.000-75.000. Sementara itu, lukisan di atas kanvas dengan berbagai ukuran dijual dengan harga Rp 5.000 hingga ratusan ribu rupiah.

Berjalan hingga ujung utara taman, terdapat sebuah menara setinggi 20 meter. Decak kagum di atas panggung teater mini bertambah derajatnya ketika menapaki tangga menara dan mendapati bahwa fakta alam yang sedang terhampar bukanlah buatan manusia.

Jam Gadang, Gengsi Kota Bukittinggi

Jika ditanyakan kepada masyarakat Bukittinggi apa yang menjadi ikon dari kota berudara sejuk ini, maka dengan serempak mereka akan menjawab: Jam Gadang!

Sejak awal berdirinya, lokasi Jam Gadang merupakan jantung kota Bukittinggi. Bangunan semacam tugu setinggi 26 meter dengan bulatan jam di keempat sisi bagian atasnya ini dibangun pada tahun 1826 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur atau Sekretaris Kota Bukittinggi waktu itu, Rook Maker. Jadi, umurnya sudah lebih dari 180 tahun. Pembangunannya diselesaikan oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh dan biaya pembangunan ‘hadiah’ ini mencapai 3.000 Gulden pada saat itu.

Bentuk atap Jam Gadang telah mengalami tiga kali penyesuaian dari waktu ke waktu. Pada jaman Belanda, atapnya berbentuk bulat dengan patung ayam jantan di atasnya. Pada waktu Jepang berkuasa di tanah air, mereka mengganti bentuk atapnya seperti atap klenteng. Kemudian setelah kemerdekaan diproklamirkan, bentuk atapnya diubah menjadi bergonjong empat seperti atap rumah adat Minangkabau dan bermotifkan pucuk rebung. Bagian atas Jam Gadang ini masih terlihat dari kawasan Jempatan Limpapeh yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi.

Bulatan jam yang terletak di bagian atas di keempat sisi tugu ini berdiameter 80 cm dengan latar belakang putih sementara tulisan angka dan jarumnya berwarna hitam. Terdapat keunikan penulisan angka pada Jam Gadang. Angka empat yang seharusnya dilambangkan dengan ‘IV’ dalam bentuk Romawi, dituliskan ‘IIII’.

Jam Gadang yang denah dasarnya berukuran 13x4 meter ini berdiri di atas kawasan Taman Sabai Nan Aluih di depan Istana Bung Hatta. Di kawasan ini ditanam sejumlah pohon sehingga makin terasa rindang. Pemerintah daerah juga melengkapinya dengan kursi-kursi beton untuk bersantai. Taman ini selalu ramai, mulai pagi, siang, sore hingga malam hari. Tua muda selalu memanfaatkan kawasan ini untuk bersantai. Bahkan, banyak orang tua muda membawa putra-putrinya bermain di tempat ini pada sore hari.

Di kawasan ini juga tersedia andong atau sado yang disebut Bendi untuk berkeliling-keliling di kawasan pusat kota. Untuk masyarakat biasa, tarif yang dikenakan biasanya Rp 2.500 jauh dekat. Sementara khusus untuk wisatawan, tarifnya bisa membengkak hingga Rp 25.000-Rp 50.000 sesuai negosiasi.

Di dekatnya, terdapat pula Pasar Atas yang merupakan pusat perdagangan di Bukittinggi. Pasar ini biasanya ramai pada hari Rabu, Sabtu dan Minggu. Berbagai barang dijual di pasar ini, mulai dari sayur dan buah-buahan, pakaian hingga berbagai macam kerajinan tangan berupa tenun, kerajinan perak, hingga kaus dan baju yang menunjukkan citra Minangkabau. Semuanya dijual dengan harga miring.

Di Bukittinggi, banyak sekali obyek wisata yang bisa disambangi. Namun Jam Gadang biasanya menjadi sentra para wisatawan sebelum beranjak ke obyek wisata lainnya. Memilih beberapa penginapan yang berserakan di sekitar kawasan Jam Gadang juga dapat menjadi pilihan jika ingin secara leluasa melihat jam ini berpose pada waktu terang ataupun gelap, yaitu di sepanjang Jalan Laras Dt. Bandaro-jalan Soekarno Hatta-Jalan Dr. A. Rivai-Jalan Jenderal Sudirman.

Jika menengadah melihat puncak Jam Gadang pada waktu pagi hingga sore hari, kemegahannya tampak sempurna dengan didukung oleh latar belakang langit yang biru. Sedangkan pada waktu malam, temaram lampu taman yang berwarna kuning membuat taman ini tampak eksotik dan romantis. Pantang meninggalkan kawasan Jam Gadang tanpa foto. Namun, jangan khawatir, jika datang ke kawasan ini tanpa kamera, pengunjung dapat memanfaatkan jasa fotografer keliling untuk mengabadikan diri dengan latar belakang Jam Gadang.

Ayo Berwisata di Hutan Kota Srengseng

Seiring menjamurnya pembangunan infrastruktur kota, membuat sebagian orang menilai negatif soal ketersediaan ruang terbuka hijau di tengah kota Jakarta. Karena itu, tak mustahil jika keberadaan hutan kota Srengseng yang tampil begitu menawan dilupakan begitu saja oleh warga Jakarta. Padahal, areal seluas 15,3 hektar itu bisa menjadi pilihan alternatif keluarga untuk mengisi libur akhir pekan.

Sikap warga Jakarta yang memandang sebelah mata hutan kota Srengseng tak dapat dipungkiri. Sebab, selain promosinya kurang, warga Jakarta justru memilih lokasi wisata di luar kota. Buktinya, setiap libur akhir pekan ribuan warga Jakarta, berbondong-bondong ke kawasan Puncak, Bogor, dan Bandung.

Namun masih ada warga Jakarta lain yang masih "menghargai" sejumlah tempat wisata yang ada di kotanya. Pada libur akhir pekan mereka berjubel di kawasan wisata Ancol, Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan sejumlah lokasi wisata lainya, termasuk mengunjungi hutan kota Srengseng yang berada di Kelurahan Kepaladua, Kembangan, Jakarta Barat.

"Biasanya saya datang ke sini setiap hari Minggu, lumayan bisa sedikit melepas kepenatan selama seminggu bekerja, Selain murah tempatnya juga sejuk," kata Nur Soleh, Warga Kembangan Utara.

Pria paruh baya itu mengaku cukup senang menghabiskan waktu di hutan kota Srengseng. Ia bersama keluarganya sering jalan-jalan di hutan kota Srengseng saat sore hari. Bahkan, ia mengaku sering memancing di Danau Srengseng seluas 6.000 meter persegi. "Kalau pas lagi sendiri saya juga sering mancing di danau, selain teduh ikannya juga banyak," imbuh Nur Soleh.

Hutan kota dengan ribuan pohon yang terdiri dari 63 jenis tanaman itu, dibangun pada 1993 pada era kepemimpinan Gubernur R Suprapto. Dan ketika itu Walikota Jakarta Barat dijabat oleh Eddy Ruchyat. Tapi sayang, hingga saat ini yang mengunjungi hutan kota Srengseng masih sebatas warga di Jakarta Barat saja, khususnya anak-anak sekolah, pemuda-pemudi yang memadu kasih dan segelintir warga di Kecamatan Kembangan saja.

Pembuatan hutan kota Srengseng tidak dilakukan dalam waktu singkat, melainkan secara bertahap dengan menggunakan sistem sanitary landfill atau sistem gali uruk antara sampah dan tanah. Cara ini dipilih karena, lahan seluas 15,3 hektar tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah. Namun setelah sekian kali dilakukan gali uruk terbentuklah hamparan yang luas, bahkan bau busuk yang semula dikeluhkan warga hilang dengan banyaknya tanaman produktif yang ditanam di hutan kota Srengseng.

Saat ini hutan kota Srengseng saat ini memiliki kebun bibit seluas 2,5 hektar diantaranya ditanami 42 jenis pohon produktif, pelindung, dan 11 jenis tanaman anggrek. Tak hanya itu, dengan adanya danau buatan membuat kawasan hutan kota ini menjadi jauh lebih indah. Sebab, di tengah danau tersebut terdapat pulau-pulau kecil lengkap dengan tanaman seperti cery dan karsen. Karena itu, banyak burung-burung yang mencari makan hinggap di atas pepohonan tersebut.

Dalam mempromosikan kawasan hutan kota Srengseng, Pemerintah Kota Jakarta Barat sejauh ini sebenarnya tidak hanya berdiam diri saja. Bahkan sejak periode kepemimpinan Walikota Jakarta Barat yang dipegang oleh Sarimun Hadisaputra pada tahun 1998, di kawasan hutan tersebut setiap tahun diselenggarankan pesta rakyat bertajuk "Betawi Days" yang digelar setiap bulan Juni.

Namun, beberapa tahun terakhir ini promosi hutan kota Srengseng selama ini termasuk sukses sebagai sebuah proyek percontohan bagi DKI Jakarta dan Nasional. Hutan kota ini juga sebagai wujud keseriuasan Pemprov DKI dalam menciptakan ruang terbuka hijau di perkotaan. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana masyarakat terus melestarikan dan bisa memanfaatkan hutan kota satu-satunya di DKI Jakarta ini.

Sunday, January 11, 2009

Tiga Strategi Perlawanan Hamas


Siapakah Hamas itu? Begitu gagah berani mereka menghadapi gempuran pasukan Israel dari darat dan udara. Padahal, mesin perang Israel jauh lebih canggih dan lengkap.

Pertanyaan yang hampir serupa sudah mengemuka pada Januari 2006 ketika Hamas memenangi pemilu legislatif Palestina. Hamas mengalahkan Fatah—faksi terbesar dalam PLO—yang sudah demikian lama berkuasa? Apa kehebatan Hamas sehingga rakyat memberikan suara mereka?

Hamas meraih 76 dari 132 kursi di parlemen yang diperebutkan dan Fatah 43 kursi. Sisanya direbut partai-partai kecil lainnya, seperti Partai Jalan Tengah, Palestina Independen, dan Badil masing-masing merebut dua kursi, sementara PFLP meraih tiga kursi, sedangkan empat kursi sisanya jatuh ke partai independen lainnya.

Tiga strategi

Siapakah mereka? Matthew Levitt dalam bukunya, Hamas: Politics, Charity, and Terrorism in the Service of Jihad, menulis, Hamas yang akronim dari Harakat al-Muqawama al-Islamiya atau Gerakan Perlawanan Islam didirikan pada 14 Desember 1987. Organisasi ini merupakan pengembangan dari Persaudaraan Muslim—yang berpusat di Mesir—cabang Palestina.

Salah satu pendiri Hamas adalah Sheikh Ahmed Yassin, yang dibunuh Israel pada tanggal 22 Maret 2004.

Hamas didirikan sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap organisasi-organisasi perlawanan Palestina yang lebih dahulu dalam menghadapi Israel. Mereka dinilai lembek dan cenderung kompromistis. Fatah, misalnya, membuka dialog dengan Israel.

Oleh karena itu, Hamas didirikan dengan tujuan utama menyingkirkan Israel dari peta bumi dan kemudian mendirikan negara Islam di seluruh wilayah yang dulu masuk dalam Mandat Inggris, yakni wilayah yang kini menjadi negara Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Walaupun dianggap paria dan diberi cap sebagai teroris oleh AS, Israel, dan sejumlah negara Barat, Hamas sangat memesona rakyat Palestina karena strategi perjuangannya.

Hamas memiliki tiga strategi untuk mendukung tercapainya tujuan perjuangan. Pertama, aktivitas kesejahteraan sosial-ekonomi bagi rakyat untuk membangun dukungan dari rakyat. Kedua, aktivitas politik untuk menandingi PLO yang sekuler dan Otoritas Palestina. Ketiga, melakukan perlawanan bersenjata terhadap Israel, termasuk dengan bom bunuh diri.

Dengan mengembangkan ketiga strategi itu—terutama yang pertama—mereka mampu meraih simpati dan dukungan rakyat Palestina dalam pemilu.

Kekuatan Hamas

Kemenangan Hamas dalam pemilu merupakan bukti bahwa mereka memiliki pijakan kuat di tengah masyarakat. Dominasi mereka di Jalur Gaza pun menegaskan hal itu.

Karya sosial dan kemasyarakatan mereka di tengah masyarakat Palestina merupakan salah satu daya pemikat dukungan rakyat. Lewat jaringan organisasi yang luas—kalangan ulama, mahasiswa, intelektual, organisasi kemasyarakatan lainnya—mereka mendapatkan dukungan dan legitimasi rakyat.

Dukungan dalam hal dana, misalnya, mengalir dari sejumlah negara. Mengutip Matthew Levitt, uang dalam jumlah jutaan dollar AS mengalir dari para donatur di Jordania, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Inggris, Jerman, AS, Uni Emirat Arab, Italia, dan Perancis.

Sejumlah negara Arab pun mendukung Hamas, misalnya Arab Saudi, Iran, Suriah, Lebanon, Libya, Sudan, Yaman, dan Qatar. Dukungan yang mereka berikan bermacam-macam, ada yang berupa dukungan dana, latihan militer, atau menjadi tempat berlindung tokoh-tokoh Hamas yang dikejar-kejar Israel.

Lalu, mampukah Israel mengalahkan Hamas? Barangkali Israel bisa menghancurkan infrastruktur yang digunakan sebagai alat perjuangannya. Namun, jaringan dan terutama ideologi perlawanan mereka tidak dapat dihancurkan meski mereka tercerai-berai. Hanya saja, itu berarti perdamaian masih sangat jauh. Apalagi Palestina sendiri tidak satu sikap dalam menghadapi Israel.

Mengapa Israel Tak Mungkin Menang

Perang Israel melawan Hamas telah menjadi semakin berisiko. Israel tetap menggempur Jalur Gaza kendati Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan Resolusi Nomor 1860 yang menyerukan gencatan senjata. Bagaimana konflik di Jalur Gaza itu akan berakhir?

Majalah Time menurunkan laporan mengenai mengapa Israel tidak bisa memenangi pertempuran itu.

Faktanya, apa yang didapat Israel tampaknya semakin kecil dibandingkan dengan ongkos yang semakin besar. Ketika melancarkan serangan ke Jalur Gaza pada 27 Desember 2008, ”cita-cita” Israel adalah melihat para komandan Hamas keluar dari bungker-bungker di bawah tanah dengan tangan terangkat ke atas.

Sayangnya, yang didapat Israel pada akhirnya justru tidak memuaskan. Akhir yang realistis paling-paling hanya gencatan senjata yang menyisakan Hamas yang terluka tetapi tetap hidup dan mampu bangkit kembali. Israel pun hanya bisa sementara waktu aman dari gangguan.

Serangan membabi buta ke Jalur Gaza hanya akan menurunkan kemampuan Hamas untuk menembakkan roket ke Israel. Namun, serangan itu tidak akan bisa memadamkan semangat ideologi Hamas.

Kalaupun ada keuntungan bagi Israel, jika benar-benar bisa menghentikan tembakan roket Hamas, adalah bagi para politisi yang akan maju pemilu nasional, bulan depan, seperti Menteri Luar Negeri Tzipi Livni atau Menteri Pertahanan Ehud Barak. Tidak lebih.

Barangkali, yang lebih mengancam Israel saat ini bukanlah tembakan roket itu sendiri, melainkan kekuatan untuk menggertak (power of detterence) Israel yang mulai diragukan.

Semula kekuatan penggertak itulah yang menjadi kunci bagi Israel untuk menjaga lawan-lawannya tetap berada di sudut yang jauh. Kekuatan itu mulai terkikis tahun 2006 saat Hezbollah di Lebanon selatan mampu bertahan dari gempuran Israel.

Seperti halnya Hezbollah, Hamas akan menyatakan dirinya menang. Hamas menunjukkan diri mampu bertahan menghadapi gempuran langsung dari kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Justru Israel berisiko kehilangan sekutu-sekutu Arab, yang semula telah melunak dan bersedia mengakui Israel. Bagaimana mungkin kini mereka mau bekerja sama dengan Israel saat mendapati saudara-saudara Arab mereka dibantai di Jalur Gaza.

Tidak kalah

Satu hal yang perlu diakui para pemimpin Israel adalah Hamas tidak akan bisa dikalahkan dengan kekuatan militer. Pelajaran dari serangan terhadap Hezbollah tentu tidak mudah dilupakan Israel.

Israel harus merangkul Hamas secara politik. Itu artinya, Israel harus bersedia berurusan dengan semacam pemerintahan persatuan yang meliputi Hamas di dalamnya.

Apalagi Israel juga harus menghadapi kenyataan bahwa negara yang dicita-citakannya, negara Yahudi yang terbentang dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania, tidak akan terwujud tanpa berdirinya negara Palestina yang merdeka.

Israel harus berhitung dengan populasi Yahudi di negaranya yang suatu saat bisa kalah jumlah oleh bangsa Arab di tanah itu. Israel, yang mendefinisikan diri melalui kepercayaannya, yaitu Yahudi, tentu tidak ingin melihat kaumnya menjadi minoritas di tanah mereka sendiri.

Mantan PM Israel yang paling keras sekalipun, Ariel Sharon, takut akan hal ini. ”Jika kita ingin melestarikan Yahudi dan demokrasinya, kita harus melepaskan sebagian tanah air kita,” katanya.

Kompromi menyakitkan

Artikel di majalah Newsweek edisi 12 Januari 2009 menyebutkan, ada empat persoalan utama yang perlu segera diselesaikan, yaitu soal wilayah, keamanan, status Jerusalem, dan pengungsi Palestina. Mengurai persoalan dan mencari solusi menang-menang harus dimulai kembali dari keempat persoalan pokok itu yang kini malah terabaikan sejak tahun 2000.

Kompromi yang menyakitkan bagi kedua pihak harus ditempuh jika perdamaian abadi ingin diwujudkan. Fakta bahwa Ehud Olmert bersedia bernegosiasi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga bersedia berunding, menggarisbawahi hubungan keduanya. Yakni, hanya ada satu jalan menuju perdamaian, kedua pihak mengetahui jalan itu, tetapi keduanya tidak bersedia untuk menjalaninya.

”Waktu tidak lagi berada di pihak Israel,” demikian Newsweek.

Sejauh ini, pertumpahan darah di Gaza tidak banyak mengubah perimbangan. Hamas kehilangan banyak secara fisik, tetapi dia memenangi simpati. Namun, bukan tidak mungkin warga Gaza juga mempertanyakan, untuk apa semua penderitaan yang mereka alami.

Majalah The Economist edisi 3-9 Januari 2009 menyebutkan, ada konsesi yang diperoleh warga Gaza, seperti pelonggaran blokade oleh Israel yang telah membuat mereka menderita secara ekonomi. Gerbang perbatasan dengan Mesir pun kemungkinan akan dibuka.

Selama 60 tahun, konflik mendera tanpa ada akhir. Dewan Keamanan PBB sekalipun tidak digubris. Kekerasan akan menjadi lingkaran yang tidak terputus di wilayah itu selama tidak ada ruang bagi kompromi dan ketulusan.

Monday, January 5, 2009

Worldwide Telescope Bukan Sekadar Simulasi Langit

UNTUK mempelajari benda-benda langit hingga jarak yang tak terjangkau mata telanjang, kini dapat dilakukan setiap orang bukan hanya astronom profesional. Kemajuan dalam bidang teknologi informasi telah membantu para peneliti mengumpulkan hasil-hasil pemotretan ke berbagai sudut ruang angkasa selama bertahun-tahun dalam satu paket yang dapat diakses dengan mudah.

Banyak pilihan software yang menyediakan citra objek-objek ruang angkasa secara komprehensif sesuai koordinatnya di bentang angkasa. Salah satunya Worldwide Telescope yang belum lama diluncurkan Microsoft. Dengan software ini, pengguna dapat seolah-olah menjelajah luar angkasa ke manapun tujuan yang diinginkan hanya dengan klik dan scroll dengan mouse.

Namun, tak hanya untuk simulasi langit, aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk membantu para peneliti mengumpulkan rekaman hasil pengamatannya. Menurut Tony Seno Hartono, National Technology Officer PT Microsoft Indonesia, aplikasi ini dapat dihubungkan ke teleskop sebenarnya dan mengendalikan secara otomatis.

"Tinggal tentukan koordinat objek yang akan diamati kemudian diarahkan," katanya dalam penyerahan fasilitas peraga WorldWide Telescope dari Microsoft dan Kementrian Riset dan Teknologi kepada Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung akhir November lalu. Hal tersebut memungkinkan karena Worldwide Telescope menyediakan interface terbuka yang dapat diprogram untuk menghubungkan antara aplikasi tersebut dengan teleskop.

“WorldWide Telescope merupakan piranti lunak hasil inovasi Microsoft Research yang diciptakan untuk para peneliti juga setiap orang untuk melakukan eksplorasi alam semesta.” lanjut Toni. “Kami berharap dengan adanya aplikasi ini, generasi muda dapat lebih terinspirasi untuk mengeksplorasi dunia astronomi dan sains. Aplikasi ini juga dapat membantu mengakomodasi kebutuhan para periset dalam memahami dunia luar angkasa.”

Observatorium Bosscha akan mencoba mengintegrasikan rekaman pengamatan Matahari ke dalam aplikasi tersebut. Kebetulan, saat ini tengah dibangun Real Rime Solar Telescope yang khusus akan dipakai untuk memantau Matahari seperti munculnya bintik hitam, serta aktivitas kromosfer dan fotosfer.

"Kita akan buat data kontinyu pengamatan Matahari agar dapat dipelajari dan dilihat banyak orang," ujar Taufiq Hidayat, Kepala Observatorium Bosscha. Meski demikian tidak dipungkiri perlu usaha tambahan untuk melakukan pemrograman dan memasukkan data-data tersebut ke dalam database Worldwide Telescope.

Sejauh ini, data dasar yang disediakan dalam aplikasi tersebut berasal dari database NASA dan badan antariksa lainnya hasil kompilasi pengamatan teleskop seperti Teleskop Ruang Angkasa Hubble dan Chandra. Namun, data-data baru dapat ditambahkan dalam setiap tour luar angkasa yang dapat dibuat siapa pun termasuk para peneliti di Bosscha. Tour ini dapat disimpan ke dalam komunitas di internet sehingga dapat dilihat semua orang dari seluruh dunia.

Bahkan seorang anak kecil pun dapat membuat tour sendiri. Ini pernah dicontohkan saat pendiri Microsoft Bill Gates datang ke Indonesia dan mempresentasikan salah satu manfaat Worldwide Telescope dalam dunia pendidikan dalam Presidential Lecture di Jalarta Convention Center.

Tapi, setidaknya, hadirnya perangkat Worldwide Telescope di Observatorum Bosscha dengan layer LCD 40 inci dapat dimanfaatkan pengunjung untuk lebih mengenal alam semesta. Hal tersebut akan menambah wawasan baru setelah menikmati pengamatan langsung menggunakan teleskop-teleskop yang tersedia di Observatorium Bosscha. Para peneliti di Bosscha juga dapat memanfaatkannya sebagai acuan peta bintang sebelum melakukan pengamatan.

Sementara, mengenai kerjasama ini Taufiq Hidayat mengatakan, "Dunia Teknologi Informasi dewasa ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan Observatorium Bosscha, dan kemitraan dengan swasta seperti Microsoft telah memberikan banyak manfaat secara langsung.”

Tengkorak Budha Ditemukan di China

Arkeolog-arkeolog China mengklaim telah menemukan tengkorak Sidharta Gautama, pembawa ajaran Budha. Tengkorak tersebut tersimpan di dalam sebuah miniatur pagoda berumur 1000 tahun yang ditemukan di Nanjing, China bagian selatan pada Agustus lalu.

Pagoda empat tingkat setinggi 1,5 meter dan selebar 30 centimeter itu tersimpan dalam kotak besi yang terkunci rapat saat ditemukan di sebuah bekas kuil di kota tersebut. Bahan pagoda dari kayu yang disepuh perak dan diukir dengan emas, kaca berwarna, serta amber.

Di dalamnya terdapat peti dari emas yang berisi kotak perak berisi tulang. Diyakini, tulang tersebut adalah bagian dari tengkorak Sidharta Gautama. Meski demikian, para arkeolog belum dapat memastikannya karena peti tersebut masih tertutup rapat. Mereka hanya melihatnya dengan melakukan pemindaian. Pagoda tersebut masih disimpan di museum.

"Pagoda ini mungkin unik, satu-satunya yang mengandung bagian tengkorak Budha," ujar Qi Haning, kepala arkeolog di Museum Nanjing. Para arkeolog yakin pagoda tersebut adalah satu di antara pagoda peninggalan Raja Asoka yang sengaja membuatnya untuk menghormati Sang Budha.

Raja Asoka yang merupakan salah satu penguasa India paling tersohor menjadi pemeluk Budha usai perang berdarah di Orissa. Ia dikenal sebagai salah satu penyebar agama Budha di jazirah Asia, dari Pakistan hingga Afghanistan dan Iran.

Pada tahun 2001, pernah ditemukan kotak yang diduga berisi rambut Sidharta Gautama. Namun, pemerintah China memutuskan untuk tidak membuka kotak tersebut karena takut merusak isi di dalamnya.

Fosil Tertua Otak Manusia Berusia 2000 Tahun

Otak manusia tersusun dari jaringan lunak yang sangat mudah terurai mikroba begitu terkubur di tanah. Namun, siapa menyangka masih ada yang bertahan selama 2000 tahun.

Para arkeolog menemukannya dalam rongga tengkorak yang ditemukan dari situs purbakala di sekitar Universitas York, Inggris. Tengkorak berisi fosil otak itu ditemukan di bekas area pertanian yang pernah digarap sejak 2000 tahun lalu.

Mereka mengklaim otak berusia 2000 tahun itu sebagai fosil otak manusia tertua di Inggris. Pengukuran karbon menunjukkan orang tersebut kemungkinan hidup 300 sebelum Masehi.

Ukurannya sudah tak sebesar otak aslinya. Namun, setelah dilakukan pemindaian sinar-X terlihat onggokan berwarna kuning yang bentuknya masih seperti otak hanya menyusut. Otak mungkin mengalami fosilisasi dan terhindar dari serangan mikroba pengurai.

"Mengejutkan karena hasil pemindaian menunjukkna struktur yang bentuknya seperti otak aslinya" ujar Philip Duffey, konsultan neurologi yang melakukan penelitian itu. Meski demikain jarngan otaknya sendiri mungkin telah habis terutama jaringan lemaknya yang mudah terurai mikroba.

Ia yakin ada perlakukan khusus sehingga otak bertahan. Mungkin karena tambahan material pengawet atau sejenisnya. Saat ditemukan, tengkorak terbenam dalam lumpur yang mungkin bagian dari ritual pengorbanan.

Dua Makam Berusia 4.300 Tahun Ditemukan

Dua makam berusia 4.300 tahun ditemukan di Saqqara, sekitar 20 meter selatan Kairo. Makam yang terbuat dari batu tersebut dibangun untuk pejabat tinggi.

"Hari ini kami mengumumkan temuan besar dan penting di Saqqara, yakni penemuan makam tua berusia 4.300 tahun," ujar Kepala Dewan Agung Peninggalan Purbakala Mesir, Zahi Hawass kepada para wartawan, Senin (22/12).

Hawass ketika membawa para wartawan ke lokasi penemuan, mengatakan, penemuan dua makam ini adalah awal dari temuan pemakaman yang besar dan luas.

Sebelumnya, proses penggalian hanya fokus dekat lokasi dua piramida, yakni Piramida Raja Djoser dan Piramida Unas, raja terakhir dari Dinasti ke 5. Sementara itu, lokasi ditemukannya dua makam tersebut hampir belum tersentuh. "Ini artinya pemakaman kerajaan lebih besar daripada yang kami bayangkan," kata arkeolog Saleh Suleiman, yang bertugas menggali kedua makam tersebut.

Hawas menambahkan, penggalian akan terus berlanjut, dan temuan-temuan berikutnya akan mengarah kepada penemuan pemakaman Dinasti ke 5 dan ke 6 Kerajaan Tua yang pernah memerintah sekitar 4.000 tahun lalu.

Di atas salah satu pintu makam selebar 90 sentimeter x 2,5 meter tertulis tentang seorang pria, Yaamat, sedangkan di makam kedua, yang dua kali lebih lebar dari makam pertama, terdapat ukiran dan gambar seorang wanita yang sedang duduk.

Aidan Dodson, peneliti di Departemen Arkeologi dan Antropologi Universitas Bristol, Inggris, mengatakan, temuan kedua makam tersebut tidak terlalu berarti. Namun, kemungkinan ditemukannya pemakaman yang lebih besarlah yang berarti. "Temuan ini menunjukkan bahwa lahan kosong di peta Saqqara tidak sepenuhnya kosong. Hanya para arkeolog yang belum menggalinya," ujar Dodson.

Penggalian di Saqqara telah berlangsung selama 150 tahun dan menghasilkan penemuan piramida, makam, dan pemakaman dari era Kerajaan Tua, termasuk situs-situs purbakala di era Roma. Selama penggalian, temuan-temuan baru secara rutin ditemukan. November lalu, Hawass mengumumkan penemuan piramida baru yang ke-118 di Mesir, dan ke-12 di Saqqara.

Hawass mengatakan, baru sekitar 30 persen monumen-monumen di Mesir yang ditemukan, sementara sisanya masih tertimbun pasir.

Ditemukan 250 Koin Emas Bergambar Raja Bizantin

Para arkeolog Israel mengatakan, mereka telah menemukan lebih dari 250 koin emas dari abad ke-7 di pinggiran kota Jerusalem. Seorang pelancong Inggris turut ambil bagian dalam proses penggalian, Minggu (21/12).

Pihak Otoritas Barang Purbakala mengatakan, tumpukan koin era Bizantin ini ditemukan di antara reruntuhan bangunan, bulan lalu. Lokasi penemuan tersebut adalah di sebuah lahan parkir di sisi tembok selatan Jerusalem.

Pada koin emas tersebut terdapat gambar raja Bizantin Heraclius, yang pernah memerintah dari tahun 610-641 Masehi. Pada gambar tersebut, Heraclius mengenakan pakaian militer, dan tangan kanannya memegang Salib.

Sebuah pernyataan resmi, Senin, mengatakan, koin tersebut kemungkinan disembunyikan dalam sebuah tempat perhiasan di dalam satu dinding bangunan tersebut.

Otzi Manusia Es Makan Lumut Sebelum Mati


Mumi manusia es yang dikenal dengan nama Otzi mungkin sempat makan lumut sebelum tewas mengenaskan. Berdasarkan analisis terbaru, di dalam perutnya ditemukan 6 jenis lumut berbeda.

Jasad Otzi ditemukan tanpa sengaja pada tahun 1991 oleh seorang turis Jerman di Pegunungan Alpen bagian Timur di bawah lapisan es. Tubuhnya tidak membusuk dan terjaga dengan baik dalam kondisi lingkungan yang beku.

Penelitian menunjukkan pria tersebut diperkirakan tewas 5200 tahun lalu pada usia 45 tahun. Sebelum tewas, ia terluka di bagian bahu terkena anak panah dan kemungkinan tewas karena trauma. Ia mungkin seorang pemburu semasa hidupnya.

Sebelumnya, makanan terakhirnya sebelum tewas diperkirakan daging. Namun, di dalam perutnya ternyata ditemukan lumut. James Dickson dari Universitas Glasgow dan koleganya menyatakan temuan ini mengejutkan karena lumut termasuk jenis tumbuhan yang tidak enak apalagi bergizi.

Jadi, kemungkinan lumut tanpa sengaja tertelan saat makan atau minum. Ada kemungkinan lumut tersebut ikut terbawa makanan karena salah satu jenis lumut yang ditelannya kemungkinan dipakai untuk membungkus makanan. Misalnya jenis Neckera complanata.

Kemungkinan lainnya, Otzi minum air yang tercampur lumut di hari-hari terakhirnya. Lumut yang biasa ikut terbawa dalam minuman adalah jenis Hymenostylum recurvirostrum.

Namun, bisa jadi ia juga menelan lumut lainnya dari jenis Spaghnum imbricatum yang merupakan bagian ramuan untuk mengobati luka. Lumut jenis tersebut hanya ditemukan paling dekat 30 kilometer dari lokasi penemuan mayat Otzi. Artinya, manusia es itu membawa lumut tersebut dalam perjalanannya.

"Jika dia tahu manfaat lumut tersebut--dan kedengarannya masuk akal--ia mungkin mengumpulkannya untuk mengobati lukanya," ujar para peneliti yang melaporkannya dalam jurnal Vegetation History and Archaeobotany edisi terbaru.

Sebagian kecil lumut tersebut mungkin menempel di tangannya dan ikut termakan saat makan daging atau roti. Alasan tersebut sangat mungkin karena selain di bahunya, Otzi juga diketahui luka di telapak tangan kanannya.

Trowulan, Satu-satunya Situs Kota di Indonesia


MENGAPA perusakan situs bekas ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, menjadi begitu menyesakkan? Selain karena tindakan itu menunjukkan pengabaian dan penghinaan terhadap sejarah, Situs Trowulan juga memiliki arti yang sangat istimewa secara arkeologis.

Arkeolog senior dari UI, Prof Dr Mundardjito, mengatakan, Situs Trowulan adalah satu-satunya peninggalan purbakala berbentuk kota dari era kerajaan-kerajaan kuno di masa klasik Nusantara, dari abad V sampai XV Masehi.

"Dari kerajaan lain yang tersisa hanya candi-candi atau prasasti," ungkap Mundardjito.

Peninggalan berwujud kota sangat penting karena dengan mengetahui lanskap urban masa lalu kita bisa mempelajari kehidupan masyarakat pada waktu itu secara lengkap. Maka, jika Yunani memiliki Acropolis di Athena, Italia menyimpan reruntuhan Pompeii, Kamboja bangga dengan Angkor, dan Peru masih setia merawat Machu Picchu, Indonesia hanya memiliki Trowulan yang hingga saat ini pun belum tergali sempurna.

Sejak Raffles

Menurut buku Mengenal Kepurbakalaan Majapahit di Daerah Trowulan, penelitian ilmiah pertama terhadap Trowulan dilakukan oleh Wardenaar atas perintah Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1815. Hasil penelitian itu kemudian dimasukkan Raffles di bukunya, History of Java.

Sepanjang abad ke-19, penelitian tentang Trowulan dilakukan oleh pihak kolonial Belanda. Tanggal 24 April 1924, Bupati Mojokerto RAA Kromodjojo Adinegoro bekerja sama dengan seorang arsitek dari Belanda, Ir Henry Maclaine Pont, mendirikan komunitas peneliti peninggalan Majapahit bernama Oudheeidkundige Vereeneging Majapahit (OVM). Dua tahun kemudian, mereka merintis berdirinya Museum Trowulan yang pertama.

Tahun 1942, museum tersebut ditutup seiring dengan masuknya Jepang. Pada periode inilah, menurut Mundardjito, banyak hasil penelitian tentang peninggalan Majapahit di Trowulan yang hilang atau terbakar. ”Saya sedang mencoba mengumpulkan catatan penelitian sejak kemerdekaan hingga dari Pelita I sampai sekarang, tetapi sudah susah juga,” tuturnya.

Mundardjito berharap penggalian terhadap Situs Trowulan terus berlanjut sehingga suatu saat nanti seluruh kota itu akan tersingkap dan bisa dinikmati publik, seperti di Acropolis atau Pompeii. ”Selama ini, setelah kami gali dan teliti, situs itu kami tutup plastik dan diuruk tanah lagi supaya tidak rusak. Nanti setelah seluruh kota terungkap dan selesai diteliti, semua situs kami buka kembali dan menata untuk tujuan wisata sejarah,” papar Mundardjito.

Namun, sebelum cita-cita itu terlaksana, situs yang ada pun sudah semakin porak-poranda.

Sunday, January 4, 2009

Krisis Ancam Pembangunan Infrastruktur

ANTARA percaya dan tidak percaya bahwa krisis ekonomi global akan berpengaruh bagi pembangunan di negeri yang baru akan bangkit dari keterpurukan. Bahkan, masyarakat masih belum merasa lepas dari kesulitan sehingga mereka tidak peka lagi terhadap ancaman-ancaman itu.

Seharusnya tahun 2009 sudah menjadi tahun awal perubahan dalam sektor industri komunikasi dan informatika. Paling tidak dari jadwal semula infrastruktur berbasis IP yang menjadi dasar komunikasi modern sudah tergelar sampai ke dunia internasional dengan kapasitas yang cukup.

Konsentrasi selanjutnya lebih pada pengembangan, seperti proyek Palapa Ring yang sangat didambakan, terutama untuk masyarakat kawasan timur. Program lainnya adalah universal service obligation (USO) untuk membangun jaringan sampai tingkat pedesaan, bahkan proyek ini sedang memasuki tender ulang, belum termasuk implementasi pembangunan sarana WiMAX Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika telah memberi perhatian khusus, di antaranya langsung mengutus pejabat tingginya untuk mengunjungi kawasan pembangunan infrastruktur di kawasan terpencil. Setidaknya, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar sudah terjun langsung ke kawasan Papua, Sumatera Barat, dan Kalimantan untuk meresmikan BTS di kawasan terpencil dalam dua bulan ini saja.

Namun, tampaknya memang tidak mudah membangun kawasan republik yang sangat luas ini. Yang menjadi kekhawatiran sekarang adalah hambatan modal asing untuk mendanai proyek-proyek vital dalam negeri itu, bagaimanapun perangkat infrastruktur sebagian besar masih buatan luar negeri.

Tahun depan ini bukan hanya ancaman krisis dunia, tetapi juga agenda politik nasional dengan adanya pemilu. Memang aktivitas telekomunikasi diperkirakan akan meningkat tajam. Namun, untuk berinvestasi tampaknya mereka juga harus melihat situasi dan berharap situasi politik tetap kondusif.

Pengaruh dunia

Bayang-bayang krisis global sepertinya tidak akan menghentikan proses produksi perangkat bergerak. Persaingan empat besar produsen ponsel dunia, yaitu Nokia, Motorola, Sony Ericsson, dan perusahaan Korsel Samsung, diperkirakan tidak akan mengendur karena di belakang mereka sudah mengancam produsen- produsen agresif, seperti LG dan produsen perusahaan komputer yang mengancam pangsa pasar mereka.

Ini tentu belum termasuk penjual ponsel-ponsel yang berasal dari China meski kemungkinan mereka juga akan mengalami seleksi pasar secara lebih keras. Akibat krisis dunia, produksi ponsel China akan mengalami peningkatan biaya produksi.

Turbulensi akan terjadi pada wilayah abu-abu, pangsa pasar produk seperti ponsel PDA akan menjadi perebutan banyak pemain di sektor industri komunikasi dan informatika. Pasar PDA semakin terlihat seksi di mata para produsen perangkat bergerak, bahkan seperti pembuat laptop dan motherboard, misalnya Asus, juga mulai menggarap pasar itu.

Sementara itu, perusahaan ponsel seperti Nokia mulai menggalang tren dengan ponsel E71. Sony Ericsson baru saja mengeluarkan Xperia untuk bermain di kelas PDA. Gelombang dari kawasan Amerika, cepat atau lambat, akan datang dengan iPhone dan G1, selain tentu saja fenomena BlackBerry yang sudah mengambil hati masyarakat negeri ini.

Tarik-menarik ini juga terlihat pada upaya membangun pengikut dari sistem operasi perangkat bergerak. Microsoft yang ingin berkuasa di dunia mobile secara konsisten mengeluarkan Windows Mobile. Gerakan open source juga gencar, kelompok Google membawa bendera Android, di mana ke depan akan semakin banyak ponsel PDA yang menggunakan sistem operasi hasil pengembangan dari Linux itu, tidak hanya G1 buatan HTC Taiwan. Sementara Nokia baru saja memproklamasikan Symbian sebagai sistem operasi oper source.

Fenomena netbook yang akan mengambil pangsa pasar PDA juga menjadi persoalan baru untuk pasar itu. Jika daya beli menurun, sementara produksi dan produsen bertambah, ini tentu menyulitkan pemasaran walaupun situasi ini juga bisa menjadi strategi untuk bisa mengalahkan kompetitor.

Proses evolusi teknologi perangkat genggam pada tahun mendatang ini kemungkinan tidak akan terkait dengan jaringan. Bagaimanapun vendor ponsel sangat bergantung pada jaringan yang dikembangkan operator, di mana penggelaran infrastruktur akan terhambat pinjaman dollar.

Salah satunya yang akan berkembang secara lebih luas adalah seperti peningkatan resolusi pada layar secara lebih merata, terutama ponsel kelas menengah ke atas. Kalau saat ini resolusi kebanyakan masih QVGA (320 x 240 pixel), ke depan resolusi VGA (640 x 480 pixel) pada layar kecil (sekitar 2,8 inci).

Perkembangan ini terutama karena dipicu oleh meningkatnya kebutuhan untuk menangkap siaran televisi digital pada ponsel. Teknologi ini juga sekaligus akan menjadi senjata bagi perangkat PDA untuk meningkatkan kualitasnya.


Sumber : tekno.kompas.com

Pemerintah Indonesia Jamin Kebebasan Blogger Berekspresi

Pemerintah menjamin kebebasan bagi para blogger di Indonesia untuk berekspresi melalui blog. Hal itu disampaikan Menkominfo M Nuh dalam konferensi pers di Depkominfo mengenai Pesta Blog 2008, di Gedung BIP Depkominfo, Jakarta, Rabu (22/10).

Saat ditanya mengenai blogger di Mesir dan Malaysia yang terkena kasus hukum, Nuh menjelaskan pemerintah tidak akan melarang kebebasan berekspresi dengan syarat tidak melanggar dimensi moral etika. "Saya rasa kurang kerjaan pemerintah mengadili orang yang berpendapat melalui blog, yang penting secara moral dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Ia menegaskan kreativitas para blogger ini seharusnya dapat menjadi kekuatan, bukan justru menghancurkan. "Melalui acara pesta blog yang akan digelar nanti, saya berharap para blogger bisa lebih memberi kontribusi positif pada masyarakat. Memang sudah ada aksi-aksi sosial yang mereka lakukan dan saya yakin bisa lebih baik dari itu," tegasnya.

Vietnam Atur "Blogger"-nya

Dunia sedang demam blog. Di mana-mana orang sibuk nge-blog. Eforia blog ini ditanggapi lain oleh pemerintah Vietnam. Mereka tidak suka bila para blogger membicarakan hal-hal yang tidak disukainya.

Maka diberlakukanlah aturan baru. Di bawah undang-undang tersebut, blogger Vietnam hanya boleh membahas hal-hal yang bersifat pribadi dan bukan hal-hal yang bisa dianggap membahayakan sekuriti nasional. Blogger tidak boleh mengutipkan kekerasan, atau tindak kejahatan, membeberkan rahasia negara, atau menyertakan informasi tidak akurat yang bisa mencederai reputasi orang dan organisasi.

Peraturan baru itu juga mengharuskan perusahaan internet untuk melaporkan kepada pemerintah setiap enam bulan dan menyediakan informasi tentang blogger. Mereka juga diharapkan untuk menyensor konten yang menurut pemerintah berbahaya.

Kementerian Informasi dan Komunikasi Vietnam juga ingin para blogger menggunakan “bahasa Vietnam yang bersih dan sehat,” yang berarti tidak boleh ada kata makian, bahkan ketika Anda mengungkapkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pemerintah.


Sumber : tekno.kompas.com

Operator Dilarang Berikan SMS Gratis

Maraknya promosi SMS gratis antarjaringan (offnet) dinilai menyebabkan persaingan yang tidak sehat antaroperator telekomunikasi. Hal tersebut akan menyebabkan terjadinya penumpukan pelanggan dan trafik pada jaringan yang hanya dikuasai operator besar dengan jangkauan yang luas.

"Depkominfo sudah mengirimkan surat larangan soal SMS gratis ini. Saat ini sedang menunggu respon dengan para operator," kata Dirjen Pos dan Telekomnunikasi Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar usai Pemaparan Kinerja Depkominfo 2008, di Gedung Depkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (31/12). Basuki mengungkapkan, pengiriman SMS gratis hanya diizinkan di jaringan operator tersebut (onnet).

Menurut Basuki pengiriman SMS di jaringan onnet tidak akan merugikan operator lain. Lagipula ini dapat dianggap sebagai nilai tambah yang diberikan kepada pelanggannya.

Sedangkan pemberlakukan SMS gratis antarjaringan menyebabkan provider besar akan menarik pelanggan untuk beralih. Bagi perusahaan, hal ini tidak masalah karena akan semakin banyak yang menggunakan layanan dan terus menggunakan pulsa agar memenuhi syarat untuk bisa mendapat SMS gratis.

"Atas hal ini mulai awal tahun depan diharapkan para provider sudah memberikan respon atas surat yang kita kirimkan," ujar Basuki. Pemberlakuan ini akan berlaku untuk semua operator tanpa kecuali.

Meskipun demikian, Basuki tidak menampik kemungkinan ada program pengiriman gratis antarjaringan. Namun, hal tersebut harus diatur bersama melalui kesepakatan di antara operator-operator telekomunikasi sebagai wujud persaingan sehat.

Orang Tertua di Dunia Meninggal

Seorang wanita Portugal yang diyakini sebagai perempuan tertua di dunia, Maria de Jesus (115), Jumat (2/1) waktu setempat atau Sabtu (3/1), meninggal dunia. Ia meninggal di sebuah ambulans di Kota Tomar, Portugal, atau sekitar 135 km sebelah utara Lisabon.

Maria de Jesus tercatat di Guinness Book of World Records sebagai orang tertua di dunia. Dengan meninggalnya de Jesus, rekor manusia tertua di dunia kini berada di tangan Gertrude Baines yang saat ini tinggal di panti jompo Los Angeles, Amerika Serikat.

Lahir 10 September 1893, de Jesus menjanda pada usia 57. Ia mempunyai enam anak, 11 cucu, dan 16 cicit. Ketika meninggal, tepatnya ia berusia 115 tahun 114 hari.

"Pada Jumat pagi, de Jesus masih terlihat sarapan seperti biasanya, tetapi kemudian dibawa ke rumah sakit karena ada pembengkakan," kata salah satu anak perempuannya, Maria Madalena. Tidak ada penjelasan lebih rinci soal penyakit de Jesus.

"Saya sangat terkejut mendengar kematiannya. Beliau benar-benar seorang yang sangat manis," kata Konselor Ivo Santos di Tomar.

Menurut peneliti gerontologi dari Universitas California, Dr Stephen Coles, saat ini tercatat secara resmi 82 perempuan dan sembilan pria berusia di atas 110 tahun. Akan tetapi, diperkirakan ada ratusan lain di China, India, dan Afrika, yang belum terdata oleh para peneliti gerontologi tersebut. Sebab, peneliti ini hanya mencatat usia seseorang berdasarkan akte kelahiran dan dokumen lain berkait dengan usia seseorang.


Sumber : Kompas (03/01/09)