Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat menjadi salah satu tujuan wisata
petualangan, budaya dan bahari. Di kepulauan ini juga tedapat beberapa
desa budaya yang sangat menarik untuk dikunjungi, seperti Desa Madobak,
Desa Ugai, dan Desa Matotonan. Untuk mencapai tiga desa ini maka Anda
perlu melalui jalur sungai dan jalan setapak dengan rute Muara
Siberut-Rokdok-Madobak-Ugai-Matotonan dengan jarak tempuh sekitar 5-6
jam.
Desa Madobak terkenal dengan air terjun Kulu Kubuk dengan dua
tingkatan setinggi 70 meter. Selain mengunjungi air terjun Kulu Kubuk
di Desa Madobak atau area perbatasan Taman Nasional Siberut di Desa
Matotonan, Anda dapat berinteraksi dengan kehidupan keseharian
masyarakat lokal dan berpartisipasi dalam upacara tradisional mereka.
Anda
juga bisa berkunjung ke Danau Rua Oinan yang terletak di tengah hutan
di Dusun Saumanganyak. Danau ini berbentuk muara dikelilingi pohon
besar.
Bagi Anda yang gemar berselancar maka Kepulauan Mentawai
adalah tempat sempurna untuk menantang adrenalin. Di kepulauan ini
terdapat beberapa titik selancar dengan ombaknya yang besar dan tinggi,
seperti di Desa Bosua yang memilki gulungan ombak mencapai 3 meter. Anda
dapat menempuhnya sekira 4 jam dengan speedboat dari Kabupaten
Tuapejat. Meskipun pantainya berkarang namun gulungan ombaknya sempurna
dan telah terkenal di kalangan peselancar dunia.
Pilihan lokasi
lain untuk berselancar adalah Pulau Nyang Nyang di Desa Katurei.
Peselancar dari berbagai negara menyebut ombak di sini merupakan yang
tertinggi di dunia, yaitu mencapai 4 meter. Pulau Karamajat masih di
Desa Katurei juga memiliki ombak panjang dan tinggi yaitu mencapai 2
hingga 4 meter. Di desa ini juga tersedia penginapan terapung. Ombak di
Pulau Koroniki, Awera, Teluk Sibigeu, Teluk Sinakak juga patut untuk
dijajal.
Apabila Anda lebih memilih tempat yang ombaknya tidak
terlalu besar maka bisa mengunjungi Pulau Siruso. Pulau ini cocok untuk
rekreasi keluarga dengan pasir putih dan air laut jernih. Anda
sekeluarga juga bisa berenang dan bermain pasir di tepi pantainya.
Pantai
Bulasat bisa menjadi alternatif lain, selain memiliki pasir putih, juga
sangat ramai dikunjungi wisatawan terutama hari libur keagamaan. Untuk
menuju pantai ini, Anda bisa menggunakan kendaraan bermotor dan
dimanjakan pemandangan alam hijau indah atau di pinggir jalan bisa
berhenti untuk membeli durian dan kelapa muda.
Sumber : www.indonesia.travel
No comments:
Post a Comment