Topics

Ekonomi (9) Hiburan (1) Info (5) Joke (1) Kesehatan (4) Knowledge (18) Kriminal (2) Kuliner (1) Pariwisata (36) Pendidikan (1) Politik (2) Property (1) Sejarah (12) Teknologi (17) Tokoh (3)

Sunday, November 23, 2008

Masa Kecil Ketua KPK, Antasari Azhar

Antasari Pernah Jadi Loper Koran dan Jual Es untuk Biaya Sekolah

Jakarta - Rupanya tak hanya korupsi yang menjadi perhatian Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Di depan siswa dan siswi sekolah darurat, Antasari berpesan agar terus belajar meski fasilitas minimal.

"Adik-adik jangan berkecil hati, laksanakan pendidikan semaksimal mungkin. Siapa tahu di antara adik-adik ada yang jadi presiden atau menteri," kata pria berkumis ini.

Hal itu disampaikan Antasari saat berkunjung ke Sekolah Darurat Kartini di Jakarta Utara, Kamis (7/11/2008).

Antasari kemudian bercerita tentang masa kecilnya. Saat duduk di kelas 4 sekolah dasar (SD), Antasari pernah berjualan es mambo.

"Saya dulu sama seperti kalian. Saya harus berjualan es mambo," kenangnya.

Antarasi mengatakan, berjualan es mambo dilakukannya untuk membantu biaya pendidikan. "Dulu saya juga pernah bekerja sebagai loper koran dan kernet semasa SMA," lanjutnya.

"Jadikan ini menjadi satu tantangan yang bikin kita maju untuk berpikir kreatif," lanjutnya.



Antasari Masak Sahur Sendiri

Jakarta - Ketua KPK Antasari Azhar cuma menjalani puasa setengah hari. Eiits! Jangan salah sangka dulu. Itu dilakukan Antasari, kala dia masih bocah ingusan alias saat duduk di bangku SD.

"Waktu SD saya puasa, tapi hanya setengah hari," kata Antasari berbagi cerita, usai membagikan 300 parsel kepada cleaning service dan warga sekitar Gedung KPK, di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (25/9/2008).

Pria kelahiran Palembang ini melanjutkan, kalau puasa biasanya dia masak sahur sendiri. "Orang tua saya tidak punya pembantu. Saya bangun jam 02.30 WIB pagi untuk masak, terus sahur," terang Antasari dengan senyum mengenang masa kecilnya.

Dia menuturkan makna puasa yang dia rasakan dahulu dan sekarang jauh berbeda. "Setelah pulang sekolah saya buka, dan merasa sudah puasa," ucapnya.

Kala itu di bulan puasa dia kerap diajarkan doa-doa. Tapi yang paling diingat tentunya doa buka puasa. "Saya juga dipandu untuk baca doa, saya baca doa buka puasa terus menerus," imbuhnya.

Lalu bagaimana dengan masa remaja? "Remaja saya di Jakarta tinggal sendiri," tegasnya.

Kalau untuk lebaran besok bagaimana pak? "Lebaran di Jakarta hari pertama, hari kedua keluar kota," terang pria berkumis yang mengenakan kemeja putuh dan jaket coklat ini.

No comments: